Indonesia Eksportir Katak Terbesar Dunia

Penikmat kaki katak di restoran-restoran Prancis mungkin tak tahu asal-muasal hidangan itu sebelum tersaji di meja makan. Kebanyakan kaki katak yang tersaji itu ternyata berasal dari rawa-rawa keruh di Indonesia.

Indonesia telah menjadi eksportir katak terbesar. Lebih dari 80 persen impor katak di Eropa berasal dari Indonesia. Katak-katak itu ditangkap tengah malam oleh para pemburu katak, lalu disembelih dan di jual di pasar lokal sebelum diambil para pengekspor.

Kaki katak merupakan hidangan kelezatan yang dikenal di Prancis. Di negara ini, sebanyak 80 juta katak dikonsumsi setiap tahun. Akibatnya, pemerintah Prancis terpaksa menempatkan larangan berburu katak komersial dan pertanian pada 1980. Langkah ini diambil untuk mencegah rusaknya ekosistem. Prancis lantas mengandalkan impor dari India dan Bangladesh. Tetapi negara-negara tersebut juga melarang ekspor di akhir 1980-an. Sebab, populasi katak menurun drastis.

"Kami khawatir katak besar di Indonesia juga akan habis," kata Sandra Altherr dari kelompok Pro Wildlife, yang turut menulis laporan tentang perdagangan katak tahun lalu. "Sejarah telah memberi kita pelajaran dan kita harus belajar dari itu."

Namun, bagi para pemburu katak dari Indonesia, bisnis katak sangat menjanjikan. "Saat merasa jijik dan muak, saya hanya akan berpikir soal uang," kata Sri Mulyani di pasar pagi Bogor, Jawa Barat, seperti dikutip AFP, Minggu, 3 Maret 2013. Mulyani dan Suwanto mendapatkan Rp 500 ribu per hari dari penjualan katak ke restoran atau perantara untuk diekspor.

Suwanto bisa menangkap puluhan kilogram katak payau Asia dan katak raksasa Jawa setiap malam. Serapan di pasar domestik memang rendah, hanya sepertujuh volume ekspor. Sebab, kebanyakan penduduk Indonesia adalah muslim yang haram makan kaki katak. Pasar lokal didominasi oleh Tionghoa-Indonesia. "Rasa kaki katak itu seperti rasa ayam, dan mereka bebas ditangkap," kata Ferdian Zhang, pemilik restoran yang menyediakan kaki katak di Bogor.


Sumber : (tempo/4/3/13)
Share on Google Plus

About Gidion Yuris Triawan

Petualang muda yang suka apa saja kecuali belajar berhitung, jatuh cinta dunia Petualangan dan Alam Indonesia. Juga seorang pengagum pohon Bambu dan bunga Dandelion.
Post a Comment